Baru-baru ini saya berkesempatan merakit komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:
Processor Intel i7 920
Motherboard MSI X58 Platinum
Memory DDR3 1GBx3 Corsair
Harddisk Drive 500GB Seagate Baracudda
VGA Card HIS Ati Radeon HD4890
DVDRW LG
Power Supply Acbel 570W
Secara keseluruhan tidak ada kendala dalam perakitan. Hanya sempat tidak ada reaksi ketika dinyalakan karena kesalahan pemasangan Memory yang harusnya terpasang pada slot yang berwarna hitam (pada mobo ini terdapat 3 slot DDR3 yang terbagi dalam 2 kelompok warna yaitu hitam dan biru).
Tahapan yang lain tidak ada masalah, apalagi ketika proses instal dengan Windows Vista Business edition. Setelah semua tahapan instal driver dilakukan terlihat bahwa performa komputer sangatlah baik. Hal ini dapat dilihat dengan nilai hasil pengujian yang menunjukkan angka (poin) diatas 5 untuk semua bagian.
Komputer ini dibangun guna proses yang memang berat, namun sayangnya saya belum sempat mencoba dengan game-game berat semacam Crysis yang demikian populernya.
Yang unik dalam motherboard MSI X58 Platinum ini adalah tersedianya beberapa tombol pada bagian motherboardnya, yaitu tombol power-reset-over clock-dan clear cmos. Memang motherboard jenis ini dilengkapi dengan kemampuan untuk overclocking yang dengan mudah dapat dilakukan dan sebaliknya dengan mudah juga dapat dibatalkan. Namun lagi-lagi sayangnya saya belum sempat mencoba kemampuan ini.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Masih banyaknya pertanyaan akan beda antara Dual Core dengan Core Duo membuat saya penasaran (lagi). Parahnya banyak sekali spesifikasi kacau yang sengaja dibuat oleh marketing untuk sedikit mengakali (menipu) calon pembelinya. Dari berbagai referensi yang saya dapat maka secara mendasar perbedaannya adalah Dual Core pada cache memory L2 besarnya lebih kecil dibanding Core Duo yaitu 1MB untuk Dual Core dan 2MB untuk Core Duo.
Processor Dual Core yang dimaksud adalah yang terpasang pada laptop. Untuk jenis Core Duo setahu saya tidak ada untuk yang jenis desktop. Core Duo merupakan generasi penerus dari Pentium M yang dikhususkan pada laptop, sudah barang tentu jenis ini mengutamakan untuk hemat energi. Selain Core Duo jenis processor yang lain untuk laptop adalah Core Solo, yaitu Core Duo yang dimatikan salah satu Core-nya. Jenis berikutnya adalah Core 2 Duo Mobile yang ber seri T, L, P, dan U. Seri U adalah yang sangat hemat energi hingga beberapa laptop mampu bertahan 6 jam waktu pemakaian.
Seri Dual Core Laptop adalah: T2060, T2080, T2130, T2310, T2330, T2370, T2390, T2410, T3200, T3400, dan T4200.
Seri Core Duo adalah: U2400, U2500, L2300, L2400, L2500, T2050, T2250, T2300, T2350, T2400, T2450, T2500, T2600, T2700.
Demikian sedikit tulisan saya, mohon masukannya.
Ditulis dalam Tentang Kompie | Leave a Comment »
Beberapa pelanggan tetap saya secara rutin meminta update terbaru anti virus. Salah satu favorit saya dan mereka adalah PCMedia Anti Virus atau lebih populer sebagai PCMAV. Yaitu anti virus - yang cenderung mengatasi virus lokal- terbitan majalah PC Media. Edisi bulan 4 (April) 2009 memuat PCMAV Versi 2.0 atau yang disebut sebagai Valkyrie dengan lambang bebek berwarna kuning. Seperti biasanya ada 2 macam aplikasi dengan fungsi yang berbeda. Untuk jenis aplikasi pembersihan digunakan PCMAV-CLN sedangkan untuk yang residen atau terpasang tetap digunakan PCMAV-RTP (Real Time Protector).
Kantor langganan saya kebetulan disibukkan dengan pengisian laporan SPT untuk tahun ini. Dan ternyata setelah saya pasang PCMAV-RTP beberapa program malah tidak bisa dijalankan termasuk program pengolahan spreadsheet yang harus segera digunakan. Akhirnya dengan terpaksa program tersebut saya disable melalui msconfig. Untuk mencegah masuknya virus saya tampilkan shortcut PCMAV-CLN pada desktop.
Kantor langganan yang lain sedikit berbeda. Program aplikasi kustom buatan programer lokal yang malah sama sekali tidak bisa dijalankan. Akhirnya beberapa pelanggan saya tetap saya pasang RTP versi 1.93.
Ditulis dalam Tentang Desktop, Tentang Kompie, Tentang Laptop | Leave a Comment »
Sebuah processor dengan harga yang lumayan mahal namun diimbangi dengan kemampuan yang cukup tinggi pula. Processor ini diciptakan sebagai competitor dari Intel Quad Core Extreme Edition. Dikemas dalam Socket AM2+ dan menggunakan ukuran 45nm maka dapat dipastikan dapat ditanam lebih banyak cache memory. Pada kotak kemasannya tertulis AMD Phenom II X4 Processor 3 GHz True Quad-Core Design, 8.0 MB Total Cache. Seperti biasanya Black Edition dibuat dengan keunggulan yaitu fasilitas Over Clocking yang interaktif. Dengan spesifikasi meliputi:
- Motherboard Abit A-N78HD dengan chipset nVidia 780 (dilengkapi Onboard VGA GS8200)
- Memory DDR2 2GB PC6400 Visipro
- VGA Card HIS AtiRadeon 4850 Platinum
- Harddisk Maxtor 500GB SATA II 32MB Buffer
- DVDRW Sony SATA
- Power Supply Acbel 510W
Komputer tersebut sempat mengalami sedikit permasalahan dengan tidak dikenalnya Processor Model secara benar. Pada BIOS hanya sebagai Unknown Model Processor, demikian pula saat saya install Windows XP dan Vista sekalipun. Dan memang hal ini wajar dikarenakan Operating System tersebut mengambil data dari BIOS.
Setelah surfing dan googling akhirnya saya mendapati http://www.theraptorpit.com/forum/index.php?showtopic=2629 yang menyediakan update BIOS guna mengenalkan processor. Dengan memasang CD tambahan pada IDE (bukan SATA) dan boot dengan DOS (CD Bootable Windows 98) akhirnya proses update BIOS berjalan mulus dan Processor dikenali dengan benar sebagai Phenom II 940.
Selanjutnya pada Windows XP dan Vista dikenalilah dengan benar pula. Namun demikian permasalahan baru muncul lagi pada saat boot kedua kali setelah saya men-driver-I chipset pada Windows Vista muncullah Blue Screen dengan pesan kesalahan hardware spesifik file ‘royal.sys’ yang gagal dalam penulisan pada alamat tertentu. Saya boot ulang dan masuk pada Safemode, saya restore pada awal sebelum di-driver-I dan Vista dapat booting normal.
Karena ada masalah tersebut dan yang pasti memory yang dikenali tidak benar yaitu dari 4GB menjadi 3.5GB maka saya coba install Windows 7 Beta Build 7000.
Begitu Windows 7 terinstall ternyata hanya SMBus dan SMU yang tidak dikenali. Hampir semua perangkat termasuk VGA Card 4800 Series sudah dikenali dengan baik, pun termasuk memory yang lengkap sebagai 4GB, dan tentu saja Processor yang benar-benar dikenal. Setelah saya driver-I dan restart untuk kedua kalinya tidak saya temui permasalahan apapun.

Ditulis dalam Review | Leave a Comment »
Pada awal-awal Windows XP muncul sekitar tahun 2002 saya pernah mencoba menginstal sebuah computer generasi akhir tahun sebelumnya. Komputer tersebut berspesifikasi Intel Pentium III dengan kecepatan 677 MHz dan menggunakan memory SDRAM berkapsitas 128MB. Harddisk yang terpasang sebesar 20GB dan menggunakan sebuah CDROM serta VGA Card jenis nVidia Riva TNT 32 MB. Sebelumnya operating system yg digunakan adalah Windows 98 SE yang cukup stabil dan minim masalah.
Sesuai prosedur pada umumnya, sebelum menginstall saya copy dulu data-data dari Drive C ke Drive yang lain. Selanjutnya saya atur BIOS Setup untuk booting awal pada CD (first boot). Proses berikutnya adalah install Windows dengan boot dari CD. Pada saat peng-copy-an ada kegagalan beberapa file yang tetap terjadi, walaupun kita abaikan dengan menekan tombol Esc sekalipun.
Untuk memastikan permasalahan maka proses tersebut saya ulang dengan mengganti CD Installer Windows XP. Ternyata penggantian CD tidak menyelesaikan masalah. Berikutnya saya curigai CDROM Drive-nya yang mungkin sulit membaca CD Media tersebut. Dan sekali lagi inipun tidak berhasil. Dengan penasaran saya coba install lagi Windows 98SE pada computer tersebut. Anehnya proses berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekalipun. Untuk melanjutkan install Windows XP saya coba dengan meng-upgrade Windows 98SE yang sudah terinstall, dan ternyata tidak berhasil juga.
Sedikit mencoba-coba akhirnya memory 128MB SDRAM yang terpasang saya ganti dengan memory lain. Proses install saya ulang dari awal sambil berusaha mengamati pada saat proses peng-copy-an yang sempat gagal tadi. Dan kok ternyata tidak saya temui kegagalan peng-copy-an hingga proses install Windows XP selesai dengan sempurna.
Kesimpulan sementara saya adalah memory tersebut tidak kompatibel dengan Windows XP yang berjalan dengan 32 bit.
Ditulis dalam Tentang Kompie | Leave a Comment »
Seperti sudah menjadi kebiasan bagi sekolah atau semacamnya
atau bisa jadi sebuah kumpulan pada masa-masa lalu yang kemudian terpisahkan sekian waktu,
hingga pada suatu waktu kemudian, bisa esok hari,
bisa tahun depan mereka berkumpul lagi…
menghening untuk mengenang yang telah tiada…
tertawa bersendau gurau mengingat kekonyolan, ketidak mengertian, kepolosan, kenakalan, kenekatan,
keluguan dimasa lalu…
bukan dimasa sekarang…
mengagumi dan menyaluti prestasi yang pernah terukir, kepintaran, keatraktifan, kekreatifan, kearifan,
kedewasaan, kebijaksanaan, dimasa lalu…
bukan dimasa sekarang…
Sekumpulan tadi hanya membicarakan kenangan-kenangan
dan mungkin akan saling mengingat-ingat masa lalu itu…
bukan dimasa sekarang…
Bahkan mereka akan saling berusaha mengingat-ingat diantara mereka lagi ketika telah terlalu banyak perubahan
Pada masa sekarang ada yang mungkin berlebihan dalam prestasi dan keberhasilan duniawinya
dan sebaliknya ada yang mungkin kekurangan dalam kesehariannya…
bagi yang telah berhasil tentu mereka akan dengan bangga menunjukkan kelebihan dan prestasinya…
Tapi tidak dengan mereka yang sedikit kurang beruntung dalam duniawinya…
Kepercayaan diri mereka mungkin akan surut hingga tidak berani menampakkan diri…
Sangatlah sulit ketika berkumpul lagi untuk tidak membicarakan keadaan sekarang…
Apakah Reuni hanya milik mereka yang berprestasi dan berhasil?
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Karena merasa tidak puas dengan pencicipan pertama, maka saya melakukan instalasi Windows 7 Beta untuk kedua kalinya. Perbedaan paling signifikan yang saya alami adalah ketika membuka fesbuk yaitu dengan tampilnya menu baru (jika dibanding Windows XP) sebagai berikut:

Pada bagian bawah kita temui tampilan berupa report teman yang sedang online. Kita dapat menggeser dan berkomunikasi langsung.
Ketika akan berganti pilihan window pada internet explorer berupa:

Seperti mencontoh Mac maka pada taskbar tidak ada penambahan window yang sedang di open kecuali grupnya saja. Secara awal hanya ada 3 yaitu IE, Explorer dan Media Player. Untuk merubah tampilan Window yang sedang digunakan cukup dengan Tombol Windows + panah kanan-kiri dan atas-bawah.
Pada saat menulis blog ini saya sedang membuka 4 Window IE, 1 Explorer, 2 YM, dan tentu saja 1 Word 2007. Pada saat saya lihat Performance lewat task manager adalah sebagai berikut:

Dibandingkan dengan Windows Vista pada komputer yang sama, belum membuka 1 program aplikasi apapun memory usage sudah termakan sekitar 504MB.
Demikian sedikit tambahan tentang Windows 7.
Ditulis dalam Review, Tentang Kompie | 1 Komentar »
Judul saya kali ini tidak bermaksud sungguh-sungguh. Saya hanya merasa jengkel saja karena pernah ditipu oleh orang yang setidaknya saya percaya karena punya koneksi masa lalu yang baik dengan salah satu rekan kerja saya. Sebenarnya besar kecilnya nilai uang itu relative saja, tetapi nilai kepercayaan yang sudah dibangun sekian lama dengan susah payah yang akhirnya rusak dan mungkin sudah sulit dibangun kembali lah yang menjadi masalah utamanya. Dan lebih runyamnya lagi terkadang hubungan diantara orang tersebut bisa rusak gara-gara si penipu tadi.
Saya memiliki beberapa kisah penipuan yang pernah saya tahu dan rasakan:
Sekitar tahun 2000an ada dua buah toko computer sebut saja toko A dan B. Kisah ini diawali dengan datangnya seorang yang mengaku bos (si penipu) dan akan membuka kantor. Pertama datang pada toko A dan meminta dibuatkan sekitar 5 unit computer yang waktu itu kira-kira dibutuhkan dana sekitar 5 juta per unit-nya. Setelah menyerahkan DP, si penipu datang ke toko B dan memesan dengan jumlah yang hampir sama. Di toko B juga memberikan DP, pegawai sekaligus manajer kedua toko tersebut terbangun kepercayaannya kepada si penipu ketika si penipu memberitahu bahwa di dari toko A juga. Apalagi manager kedua toko tersebut saling kontak via telepon untuk memastikannya. Selanjutnya barang diantar ketempat si penipu. Karena sudah malam maka dianjurkan penagihan dilakukan keesokan harinya (sepagi mungkin). Alangkah terkejutnya kedua toko tersebut ketika sampai dikantor yang pada kenyataannya sudah kosong melompong.
Kisah kedua tentang rekan saya (sebut saja si Z) yang baru saja membuka usaha jualan voucher atau pulsa bahasa umumnya. Pada saat survey untuk mencari dealer terbaik si Z mendapat telepon dari saudara istrinya yang kebetulan juga sudah usaha voucher dikota lain. Ditelepon kakak iparnya tersebut mengenalkan seseorang yang katanya dealer voucher yang akan segera mengembangkan sayap dikota tempat si Z tinggal. Dengan segala iming-iming akan adanya potongan jika mendaftar dengan deadline waktu tertentu si Z akhirnya menransfer sejumlah uang. Namun setelah ditunggu sekian waktu untuk bertemu ternyata tidak pernah muncul orang yang mengaku distributor tersebut. Parahnya ternyata kakak dari istri si Z baru saja mengenal ketika bertemu dan saling bertelepon itu.
Demikian sedikit kisah tipu menipu, jika rekan-rekan ada yang memiliki kisah pahit ini dapat dibagi hingga mencegah merajalelanya si penipu- si penipu…
Ditulis dalam Opini | 2 Komentar »
Hampir 2 (dua) hari ini saya mengerjakan sebuah computer branded yang benar-benar menyusahkan. Komputer tersebut rusak pada harddisknya. Karena jenis harddisk adalah ATA dan Komputer tersebut hanya digunakan oleh salah satu pegawai yang tidak terlalu membutuhkan space harddisk besar maka alternative pertama adalah diganti dengan harddisk bekas (atau second).
Seperti komputer branded pada umumnya yang sudah disertai Windows XP Professional maka saya install juga dengan CD bawaannya tersebut. Anehnya setiap kali proses restart pada saat install sudah melalui tahapan peng-copy-an, komputer tersebut pasti kembali seakan system gagal di-copy-kan. Beberapa cara untuk mengatasi sudah saya lakukan. Mulai mengganti kabel data, memindah kabel data, hingga men-format ulang harddisk, sampai dengan memberikan harddisk dengan system operasi DOS saja, semuanya gagal.
Sampai akhirnya saya coba dengan harddisk lain. Dan anehnya harddisk tersebut sukses. Setelah saya amati perbedaan keduanya adalah setting jumper Master dan Slave. Segera saya lakukan pemindahan jumper agar sama sebagai Master. Dan ternyata benar proses install berjalan dengan baik dan komputer dapat digunakan secara normal kembali.
Ditulis dalam Tentang Kompie | 2 Komentar »
Minggu ini saya disibukkan dengan menguji peserta didik pelatihan teknisi komputer yang sudah memasuki satu semester. Setiap tahun sejak sekitar 10 tahun yang lalu saya sudah sering menghadapi kebelum mampuan para peserta didik tersebut. Menurut saya banyak faktor yang menyebabkannya, mulai tingkat keminatan (rasanya aneh jika sering bolos dan tidak terlalu berminat padahal kan sudah bayar) dan kurang seringnya praktek (atau mempraktekan lebih tepatnya atau bahasa kerennya mengaplikasikannya). Akibat ketidakmampuan (atau belum) mereka, sering terjadi hal-hal yang tidak saya duga dalam ujian itu. Mulai jawaban berupa gambar casing komputer, menulis harddisk yang made singapore, bahkan secara ngawur memasang konektor dari power supply pada jumper motherboard hingga mengakibatkan sedikit kebakaran.
Tadi pagi saya juga menguji salah satu materi yaitu membagi partisi harddisk. Kebetulan karena materinya mendasar (agar mereka memahami dasar terbentuknya file system) saya berikan ujian dengan DOS command yaitu FDISK. Salah satu peserta didik saya benar-benar tidak pernah menghayati secara praktek, karena dia hanya menulis saja tanpa mempraktekannya. Dan parahnya yang ditulis adalah UBCD (Ultimate Boot CD) yang memilki beberapa aplikasi semacam Disk Management (DM) dengan fungsi yang lebih komplit dibanding FDISK. Tampak sekali bahwa apa yang dituliskannya adalah hafalan yang benar-benar membuat saya kecewa.
Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »